Friday, 10 November 2017

Mengenal pondasi ceker ayam

A. Sejarah pondasi ceker ayam
Sejatinya, teknologi pondasi cakar ayam adalah teknik yang dihasilkan dari karya Prof Dr Ir Sedijatmo tahun 1961 ketika sebagai pejabat PLN saat itu diharuskan membangun 7 menara. Karena menara yang dibuat masih menggunakan teknik lama, sehingga dalam waktu yang ditentukan hanya memperoleh 2 menara, dan dengan kurangnya 5 menara lagi, Prof Dr Ir Sedijatmo merencanakan pembuatan pondasi teknik cakar ayam, yangmana hasilnya memiliki kemampuan yang baik dalam penahan beban berat pada struktur tanah yang labil saat itu.
Mekanisme sistem podasi cakar alam dalam memikul beban dari hasil pengamatan adalah sebagai berikut: Bila diatas pelat bekerja beban titik, maka beban tersebut membuat pelat melendut. Lendutan ini menyebabkan buis-buis cakar ayam berotasi. Hasil pengamatan pada model menunjukkan rotasi cakar terbesar adalah pada cakar yang terletak di dekat beban. Rotasi cakar memobilisasi tekanan tanah lateral di belakang cakar-ayam dan merupakan momen yang melawan lendutan pelat. Dengan demikian, cara mengurangi lendutan pelat, semakin besar momen lawan cakar untuk melawan lendutan maka semakin besar reduksi lendutan. Momen lawan cakar dipengaruhi oleh dimensi cakar dan kondisi kepadatan (kuat geser) tanah disekitar cakar,yaitu semakin panjang (dan juga lebar) cakar, maka semakin besar momen lawan terhadap lendutan pelat yang dapat diperoleh.
Pada dasarnya systeem Cakar Ayam ini dapat digunakan untuk segala macam keadaan tanah, dari yang terlembek sampai kepada yang terkeras. Hanya dari sudut biaya maka penggunaannya akan sangat ekonomis dibanding dengan systeem lain apabila daya tahan tanah yang diizinkan terletak antara 0,15 kg/ cm2 sampai 0,35 kg/cm2 atau 1,5 ton/m2 sampai 3,5 ton/m2.Untuk keadaan tanah semacani ini pemakaian beton keseluruhannya (pelat dan pipa-pipa) akan sebesar 0,25 s/d 0,30 m3/m2 pelat dengan tulangan tidak lebih dari 90 kg/m3 beton. Cara memasangnyapun sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh setiap pemborong yang pernah mengerjakan pekerjaan beton bertulang.
B. MENGENAL BERBAGAI JENIS PONDASI RUMAH DAN BANGUNAN
Pondasi merupakan bagian paling bawah pada sebuah bangunan. Keberadaannya tentu menjadi hal yang harus paling dimatangkan, karena akan menopang seluruh beban bangunan. Semakin tinggi bangunan yang dibangun, tentunya semakin besar pula tekanan yang diberikan terhadap pondasi bangunan, sehingga pemilihan pondasi bangunan haruslah tepat karena mencakup keselamatan dan kekokohan sebuah rumah.
Pondasi bangunan sejatinya dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan kemampuannya menahan beban, yakni :
1. PONDASI DANGKAL
ini biasanya dipakai untuk bangunan yang tidak terlalu berat seperti rumah tinggal, masjid, gereja, kuil, toko dan sebagainya. pondasi dangkal biasanya dibentuk dari batu kali atau batu pecah, yangmana merupakan sekumpulan batu alam yang ditata dengan bentuk dan ukuran tertentu menggunakan bahan pengikat adukan.
2. Pondasi cakar ayam
hampir sama dengan foot plat (pondasi tulangan, namun terdapat penambahan perkuatan di bawahnya, biasanya pondasi cakar ayam digunakan untuk pembangunan-pembangunan rumah sederhana hingga rumah bertingkat. Kecenderungan penampang alas yang besar memungkinkan pondasi cakar ayam memecah tekanan beban yang diberikan dari bangunan kesegala arah tapakan. Teknik ini banyak digunakan untuk bagunan rumah bertingkat, danjuga bangunan dengan struktur tanah yang labil.
3. pondasi umpak dari beton .
Dalam pondasi umpak, lubang-lubang pondasi diisi oleh beton-beton. Lain umpak lain lagi pondasi rollag, pondasi jenis ini terbuat dari pasangan batu bata dan bahan pengikat campuran adukan pasir semen serta air dengan perbandingan campuran tertentu.
Tidak ada kekhususan untuk bangunan tipe apa, namun wajarnya untuk tipe bangunan yang tidak terlalu besar. Memang dibandingkan batu kali, batu bata memiliki kekuatan yang tidak terlalu kokoh. Selain itu pula dalam segi biaya, batu bata merah juga memiliki harga yang lumaya cukup mahal.
4. Pondasi dalam
Pondasi ini dikhususkan untuk bangunan yang mempunyai berat yang tidak biasa dan membutuhkan pondasi yang benar-benar kokoh seperti gedung bertingkat tinggi, jembatan bentang lebar dan bangunan sejenis lainnya. Beberapa jenis yang termasuk pondasi dalam antaralain sbb:
Pondasi tiang pancang Pondasi ini terbuat dari beton precast berbentuk penampang lingkaran, segitiga atau persegi dengan panjang tiang pancang perbuah berkisar antara 10 m sampai 30 m. pembuatan pondasi tiang pancang di pabrik kemudian dikirim ke lokasi pembangunan untuk dilakukan pemasangan.
Pondasi bore pile Pondasi jenis ini hampir sama dengan tiang pancang namun pondasi bore pile dibuat di tempat dengan cara melakukan pengeboran tanah kemudian memasukkan besi tulangan diakhiri dengan pengecoran beton. Dalam membuat sebuah pondasi dibutuhkan perhitungan kekuatan struktur tersendiri, sehingga dapat ditentukan dimensi yang kuat dan efisien untuk digunakan.

B. CARA PEMASANGAN PONDASI CAKAR AYAM
1. Penentuan titik Nol.
Titik nol merupakan sebuah titik dimana pondasi cakar ayam akan di pasang. Penentuan titik nol sebelum membuat pondasi cakar ayam harus di lakukan dengan tepat, karena titik nol ini lah yang akan sangat mempengaruhi proses dan cara memasang pondasi cakar ayam. Setelah titik nol di temukan, pekerja harus menentukan kesikuan antar titik nol yang satu dengan lainnya. Untuk menentukan titik nol dan pengukuran kesikuan ini membutuhkan waktu antara 1 atau 2 hari.
2. Penentuan Ukuran.
Untuk ukuran pondasi cakar ayam sendiri harus disesuaikan dengan ukuran bangunan yang akan di dirikan. Langkah selanjutnya dalam memasang pondasi cakar ayam setelah menentukan titik nol adalah memasang besi yang sudah di rangkai terlebih dahulu. Pemasangan atau peletakan besi ini biasanya akan dipandu oleh pekerja konstruksi yang sudah berpengalaman. Karena ketepatan pemasangan besi ini lah yang akan mempengaruhi kekuatan bangunan.
3. Cara Pengecoran.
Pemasangan pondasi cakar ayam setelah memasang besi adalah dengan mengecor pondasi. Pada pondasi cakar ayam ini penggunaan jumlah semen lebih banyak di banding dengan pondasi dari batu kali. Untuk tapak pondasi yang memiliki ukuran 1 x 1 meter saja dapat menghabiskan 1 sak semen. Tujuan dari penggunaan jumlah semen yang lebih banyak ini selain untuk menutup seluruh bagian pondasi, juga untuk memperkuat pondasi.
3. Menunggu Kering.
Setelah semua tapak pondasi di cor atau di beri adonan semen dan pasir, hal selanjutnya yang dapat anda lakukan dalam cara memasang pondasi cakar ayam adalah menunggu adonan dan semen kering. Baru di lanjutkan dengan proses pemetakan ruangan.
Menurut penuturan Arsitek Simon Yusuf dari Twenty Four Architecture, yang perlu diperhatikan saat menentukan pondasi rumah tak sekedar dari kekuatannya. Ternyata posisi di mana pondasi dan lantai dasar bangunan berpengaruh pada efektivitas struktur dan kekuatannya. Ketinggian lantai yang diukur dari pondasi yang dinilai ideal adalah berjarak 1,5 meter dari permukaan jalan. Di antara jarak tersebut terdapat hal-hal teknis yang harus diperhatikan, seperti :
spare tersebut harus cukup untuk jaringan utilitas seperti pipa air bersih, pembuangan septictank, agar tak berhimpitan maupun bertumpukan dengan struktur pengikat pondasi.

Tuesday, 20 June 2017

tujuan dan unsur utama Dari Analisis Dan Perancangan Kerja

Tujuan dari analisis dan perancangan sistem kerja adalah :
  1. Mengembangkan sistem dan metoda kerja yang baik
  2. Membakukan sisteem dan metoda kerja yang baik
  3. Menetapkan waktu baku (standar produksi) untuk suatu pekerjaan 
  4. Membantu melatih pekerja  dalam melakukan pekerjaan dengan metoda kerja yang telah diperbaiki

Unsur utama dari analisis dan perancangan kerja adalah sebagi berikut :
  1. Perancangan metoda kerja (method design) yaitu dimaksudkan untuk menetapkan tata cara kerja atau menyederhanakan pekerjaan dan mengusulkan cara kerja yang baik
  2. Pengukuran kerja (work Measurement) yaitu ditujukan untuk menetapkan waktu penyelesaian suatu pekerjaan secara wajar oleh pekerja yang normal dengan metode kerja yang sudah dirancang dengan baik.



Peranan Analisis Dan Rancangan Sistem Kerja Terhadap Produktivitas



Dalam suatu perusahaan terkadang banyak pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, oleh karena itu hal tersebut akan menyebabkan kemacetan dalam mendistribusikan barang (produk) kepada para pelanggan dan akibatnya adalah mereka mungkin tidak akan percaya lagi kepada perusahaan.
Untuk mengatasi hal itu diperlukan suatu manajemen sehingga dapat teratasi dengan baik, ketidakmampuan manajemen dalam mengelola sumbnalisiser daya perusahaan, pada umumnya kan menyebabkan pembrosan dalam waktu kerja.
Salah satu triknya adalah dengan melakukan analisis dan rancangan sistem kerja yang baik pada perusahaan.
Adanya analisis dan perancangan sistem kerja tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas.
Pengaruh tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :



Pendekatan
Tipe perbaikan
Cara
Biaya
Kecepatan mencapai hasil
Peranan analisis dan perancangan kerja
Investasi kapital
1.  mengambil   teknologi proses produksi

-  riset dasar
-  riset aplikasi
-  pabrik contoh
Mahal
Umumnya tahunan
-   memperbaiki metoda/operasi kerja
-   menunjang perawatan fasilitas

2.   mengganti mesin /peralatan produksi enjadi lebih besar kapasitasnya
-    membeli baru
-  parancangan proses
Mahal
Segera setelah pemasangan
-   menyusun lay out yang baru
-   memperbaiki metoda/operasi kerja

3.   mengurangi “isi” kerja karena perbaikan rancangan produksinya
-    riset produk
-    pengembangan produk
-    manajemen kualitas
-    studi metode
-    latihan operator
-    analisis nilai
Tidak sebesar no 1 dan 2
Umumnya bulanan
-   memperbaiki rancangan produk agar mempermudah proses produksi

4.  mengurangi “isi” kerja karena perbaikan proses produksinya.
-    Riset proses
-    Rencana proses
-    Studi metode
-    Latihan operator
-    Analisis nilai
Murah
Segera
-   Mengurangi pemborosan dengan menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu

5.  mengurangi waktu yang tidak efektif (karena perbaikan manajemen atau tenaga kerja)
-    Pengukuran kerja
-    Standardisasi
-    Pengembangan
-    Produk
-    PPC
-    Pengendalian material
-    Perencanaan perawatan
-    Kebijakan personal
-    Perbaikan kondisi kerja
-    Latihan operator
-    Insentif
Murah
Awalnya lambat tapi dampak pertumbuhannya cepat
-   Pengukurankerja untuk mengidentifikasikan permasalahan dan menetapkan standar performansi untuk memperbaiki :
a.    Perencanaan dan pengendalian produksi
b.    Utilisasi pabrik
c.    Pengendalian biaya buruh
d.    insentif